Harga Tiket melonjak Naik
Senin, Desember 20
File:
Piala AFF
detikcom - Jakarta, Aneh benar proses penjualan di Piala AFF 2010. Bagaimana tidak, jika pembeli tiket yang sudah membayar lunas tiba -tiba mendapati harga dinaikkan panitia di hari- H. Kisah-kisah seputar kisruhnya proses penjualan tiket oleh panitia lokal mencoreng kesuksesesan timnas Indonesia mencapai final Piala AFF 2010 . Sejumlah peristiwa tidak menggenakkan menimpa para fans Indonesia yang tadinya datang ke Stadion Gelora Bung Karno untuk mendukung timnas berlaga . Harapan itu buyar karena terganjal perihal kacaunya manajemen tiket dari panitia lokal. Pengalaman Arsa Widitiarsa, misalnya, salah seorang pembaca detikSport yang menuturkan kekecewaannya setelah gagal mendapatkan tiket semifinal leg II antara Indonesia kontra Filipina. Berniat menyaksikan langsung laga yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno ( SUGBK ) , Minggu ( 19/12 /2010 ) malam WIB itu, Arsa dan rekan-rekannya pun menyambangi lokasi pembelian tiket di wilayah GBK, Jumat ( 17/12 /2010), atau dua hari sebelum hari H. Di saat itu pula ia langsung melunasi pembelian 20 tiket kelas VIP Barat -- masing-masing seharga Rp 350 ribu-- dengan jumlah pembelian total Rp 7 juta. Mereka pun pulang dengan hati riang karena sudah mengantongi kuitansi tanda bukti pelunasan. Meski begitu, niat menonton langsung ' Pasukan Garuda ' sontak meredup setelah Arsa dan rekan-rekannya tiba di GBK, Minggu ( 19/ 12/2010 ), beberapa jam sebelum pertandingan. "Saat sampai di lokasi pengambilan tiket VIP pukul 15.00 WIB, dibilang kalau semua ( uang untuk) tiket akan dibalikin, " cetus Arsa kepada detikSport. Mereka sudah pasti kecewa, tapi ini belum menyurutkan tekad karena Arsa dan rekan-rekannya masih coba bernegosiasi dengan si panitia. "Akhirnya dia bilang, ' tiket naek deh ', " ceplos Arsa menirukan kata-kata si panitia yang ia sebut mengenakan baju merah. Ingin benar menonton, Arsa dan rekan-rekan pun setuju. Dampaknya, mereka harus rela merogoh kocek jauh lebih dalam karena tiket VIP Barat yang mereka inginkan kini dinaikkan Rp 600 ribu per tiket. Artinya mereka mesti menambah total Rp 12 juta. Namun demikian, kekecewaan lantas kembali harus dirasakan Arsa dan rekan- rekan. Satu jam berselang diinformasikan kalau tiket sudah habis. Harapan nonton langsung di GBK pun buyar dan kuitansi dikembalikan untuk refund. Kejadian tersebut jelas aneh, karena sebelumnya Arsa sudah melunasi pembelian tiket dan mengantongi kuitansi sebagai bukti. Ini mestinya langsung bisa ia tukarkan dengan tiket. Jika memang kapasitas stadion sudah penuh atau atau tiket telah habis, mestinya hal itu bisa terdata lewat sistem yang rapi sehingga panitia tidak lagi melakukan penjualan tiket. Sudah begitu, kenapa sampai ada panitia yang bisa-bisanya menjanjikan tiket dengan iming-iming tambahan uang? Arsa pun bukan satu-satunya yang harus merasakan kekecewaan mendalam semacam itu. DetikSport juga mencatat sejumlah kejadian serupa saat pertandingan Indonesia versus Filipina, beberapa di antaranya dapat disimak di sini, di sini dan di sini. Indonesia sendiri masih akan menjadi tuan rumah satu kali lagi, yakni untuk leg II final pada 29 Desember mendatang. Entah bagaimana manajemen tiket panitia lokal nanti.



0 komentar:
Posting Komentar